Bertemu

Bertemu

Setiap hari, kita berpapasan dengan banyak orang. Sejak keluar rumah, berjalan menuju tempat kerja, sekolah, rumah sakit, taman bermain, ke manapun. Ada banyak orang yang melintas, bertemu muka, berkontak mata, saling melempar senyum. Namun kemudian berlalu.

Ada juga yang sempat bertegur sama. Bertanya kabar, atau berbasa basi sekadar bertanya “mau ke mana?”. Lantas, kembali berlalu.

Kita banyak berhadapan dengan orang lain. Tapi seberapa banyak kita benar-benar bertemu?

Bagiku, bertemu tidak sekadar bertatap muka dan beradu sapa. Bertemu itu beda. Ada kesan yang tersimpan. Ada jejak yang ditinggalkan.

Bagiku, bertemu tidak berhenti di situ saja. Ada bahagia yang terbawa, ada harapan yang tersimpan, ada janji yang harus ditepati, ada pesan yang harus disampaikan, atau ada luka yang harus dilupakan. Itu karena bertemu.

Lalu bagaimana jika bertemu, tapi tidak merasakan itu? Itu, dalam kamusku, belum bertemu.

Sabtu siang ini aku bertemu teman-temanku. Kau tahu, setelah itu, ada kehangatan yang sudah lama tak ada… Haru, aku. Malamnya, aku juga bertemu dengan si Anu. Tapi ya gitu, seperti nggak ketemu.

Buatku, jika sudah bertemu, enggan rasanya waktu berlalu. Lalu rindu setelah satu dua waktu.

Kalau sudah bisa melakukan apapun dengan orang yang membawa kehangatan padamu, kamu bisa jadi dirimu, berpikir sebagaimana layaknya kamu, bertingkah sebagaimana kamu berlaku, berimajinasi, bertukar isi hati, hepi-hepi, ngopi-ngopi.

Bertemu…

… apapun itu pastilah ada sesuatu. Bertemu itu, mengubah hidupmu.

Iklan

One thought on “Bertemu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s