Buram

Buram

Hey.
Aku tengah terkatung menunggu
sang puja.
Bila ku mengadu pada Yang Mulia, menanyakan kabarnya
Ia menjawab dengan rima
yang tak biasa.
Sudah di mana?
Atau tak Kau sambut pula?
Lalu siapa gantinya?
Kiranya janganlah membuat buta
mereka yang tak akan bersua.
Hanya membuatnya mati saja.
Aku pun sudi meski lelah
Cahaya yang tak kunjung terang
Malah buram dan tak bertanda.
Agar tak ada lagi yang perlu mati.
Maka cukupkan. Dan segerakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s