Iklan dalam Komunikasi. Sebuah Catatan Kuliah.

Iklan dalam Komunikasi. Sebuah Catatan Kuliah.

Pelajaran pertama dalam ilmu komunikasi adalah mengenai tujuan dan fungsi komunikasi. Di dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi yang ditulis oleh Deddy Mulyana diterangkan bahwa salah satu fungsi komunikasi adalah aktualisasi diri. Dalam pengertian yang lebih luas, aktualisasi diri tidak hanya berlaku bagi individu atau sekelompok orang tetapi juga organisasi, perusahaan, kegiatan, produk, dan sebagainya.
Proses aktualisasi diri ini tidak terjadi dalam serta merta malainkan dalam waktu yang tidak sebentar. Perlu ada usaha dan strategi untuk mewujudkan hal tersebut, yakni dengan mengelola sumber daya yang ada dan melibatkan pihak-pihak tertentu. Proses ini tidak hanya melibatkan satu individu tetapi juga orang banyak.
Salah satu metode untuk mewujudkan hal di atas adalah dengan menggunakan iklan. Iklan merupakan salah satu media komunikasi yang sesuai untuk mengaktualisasikan diri di dalam lingkungan tertentu. Kenneth A. Longman mengatakan bahwa periklanan merupakan usaha untuk menginformasikan dan mempengaruhi sejumlah besar orang dengan komunikasi tunggal.
Dewasa ini, iklan tidak hanya digunakan untuk memperkenalkan produk sebuah perusahaan kepada publik tetapi juga digunakan untuk memperkenalkan organisasi bahkan perseorangan. Kita mengenal berbagai organisasi politik melalui media-media publikasi. Kita juga mengenal berbagai jenis program pemerintah melalui sosialisasi-sosialisasi di media massa. Kita pun mengenal banyak tokoh calon gubernur melalui publikasi-publikasi di berbagai media iklan. Arti penting sebuah iklan kini sudah dirasakan oleh banyak orang.
Iklan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi publik. Banyak dampak yang dapat dirasakan oleh khalayak setelah diterpa iklan. Tidak hanya sebatas memperoleh informasi. Terkadang, khalayak menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Misalnya seperti ketika seseorang menonton iklan anti-rokok, orang menjadi termotivasi untuk berhenti merokok. Tetapi ketika menonton iklan rokok yang menyiratkan kejantanan saat menghisap nikotin, orang akan tergerak untuk melakukan hal yang sama.
Iklan sejatinya menjadi jalan untuk meningkatkan citra perusahaan, organisasi, atau produk terhadap publiknya. Iklan yang dikemas secara cerdas dan kreatif dapat memperkuat potensi iklan sehingga tujuan pembuatannya dapat tercapai secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s