This is how the way we learn here…

This is how the way we learn here…

Tuesday, 25 June 2013 was the first time we, SUSI NMJ grantees, had a class. The lecture was about American Culture by Professor Payne and Photography by Ryan. Beberapa grantees juga sudah pernah merasakan berbagai fasilitas kampus, terutama library-nya. And we begin to recognize what the differences betwen US education and Indonesia education today.

Hal yang paling terasa bedanya adalah cara dosen memperlakukan mahasiswanya. Di sini, peran dosen benar-benar sebagai fasilitaor mahasiswa agar mereka dapat lebih berkembang. Mereka sama-sama memberikan materi di kelas dan memberikan tugas pada mahasiswa. Hal yang membuat kami terkesan adalah caa mereka untuk memberikan pelayanan pada mahasiswa. Mereka terus menerus menanyakan pada mahasiswa, “Is there anything I can help?”, “Any problem?”, “If there any problem, please don’t be hesitate to ask me or let me know.”, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bagaimana mereka benar-benar ingin membuat kita berkembang.

Suatu saat kami yang beragama Islam meminta kebijakan pada Mary dan Suzy, administrator program SUSI New Media And Journalism di Ball State University, tentang waktu shalat di mana kami meminta izin untuk shalat selama 10 menit setiap waktu shalat which is akan mengganggu kegiatan belajar. Kami terkesan dengan cara mereka memberikan pengertian, yakni bukan langsung dengan melarang atau mengatakan tidak bisa melainkan dengan memberikan opsi dengan berbagai resikonya dan memberikan kami kebebasan untuk memilih opsi yang diberikan. Well, that was impressive.

Mari kita sedikit bandingkan dengan kondisi di Indonesia (ini adalah hasil obrolan kecil dengan teman-teman Indonesia yang berasa dari berbagai universitas. So, it is not based on just one university). Dalam beberapa situasi, kendala perkuliahan justru datang dari (maaf) dosen. Misalnya, dosen tidak hadir saat perkuliahan, dosen telat datang, atau sulit dihubungi untuk keperluan sesuatu. Mereka juga seringkali menyulitkan mahasiswa dengan peraturan yang stricky, seperti adanya istilah “saya nggak mau tahu, pokoknya tugas kamu harus dikumpulin jam segini”. Di sini, cara menyampaikan peraturan kepada mahasiswa sangat berbeda. Kira-kirs inilah yang mereka katakan: “We want some feedbacks in every thing we do in the class. We want to assure that we, the lecture, do our job well and we know how far your progress during the program. So we need you to collect every assignment that we give to you. Because how we can give the feedback if we get nothing to measure. So we need your assignment to be collected on time.” nah lho, enak kan dengernya? Kami semua, mahasiswa, merasa sangat dihargai hanya dengan kata-kata seperti itu. Simple, tapi jelas terasa bedanya.

Well, entah karena itu unsur budaya atau sifat. Bukwn berarti semua dosen di Indonesia kursng menghargai mahasiswanya, tapi nampaknya jika hal tersebut diterapkan oleh semua dosen di Indonesia, mungkin akan ada perubahan yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran di kelas. I hope so.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s