SUSI Program: Day #1

SUSI Program: Day #1

Sekarang pukul 01.49 waktu setempat saat jari-jari ini mengetukkan dengan sangat semangat (tak pernah sesemangat ini) pada tuts-tuts keyboard di sebuah kamar asrama di Ball State University, Muncie, Indiana, USA. Hey! Gue di Amerika! Hahaha. Tak pernah bisa sepercaya ini bahwa aku tak lagi berada di Tanah Air. Aku sudah jauh ribuan mil dari rumah, di negeri yang orang-orang sebut sebagai Tanah Pengharapan. Ibu, Nden sudah sampai…

Perjalanan hari ini adalah yang terpanjang seumur hidup. Kedua kalinya naik pesawat setelah trip ke Malaysia beberapa waktu lalu (more strory, click here). Ya, pesawat memang bukan alat transportasi yang familiar untukku yang lahir di sebuah keluarga kecil di kota kecil di pinggiran Jawa Barat. Tapi berada di dalam pesawat selama 24 jam adalah hal yang luar biasa. Sekali lagi, LUAR BIASA🙂

Menuju bandara, aku diantar oleh keluarga sampai di pintu gate keberangkatan. Terharu ketika Ma Ocih, nenek kesayanganku, juga turut mengantar :”). Sudah kubilang, keluarga kecilku tak akrab dengan bandara. Maka kami harus berpusing-pusing mencari pintu keberangkatanku. Beruntung, ada sepupuku yang ganteng datang membantu🙂

Aku dan keluarga sebelum berangkat

Diaz Adriansyah

 

Sepupu gantengku :p

Setelah janjian di Bandara Soekarno-Hatta kebanggaan Indonesia dengan delapan orang penerima program Study of United States Institute (SUSI) lainnya, kami take off pukul 22.00 dengan maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia, menuju Singapore. Setelah mendarat di Changi Airport pukul 01.00 waktu setempat, kami menginap di Ambassador Transit Hotel sampai pukul 03.00 dini hari. We felt very blessed and honored since we got our own room (without sharing) with double twin bed in each room. Hmm… menikmati fasilitas hotel yang lux secara gratis itu…. syahdu. :)

Penerbangan selanjutnya akan take off pukul 05.20. Karena takut ketinggalan pesawat, ditambah lagi dengan jarak yang cukup jauh antara hotel transit dengan gerbang keberangkatan, kami memutuskan untuk berkumpul di lobby hotel pukul 03.00. Setelah saling menunggu, enam dari kami akhirnya muncul. 3 lagi? Kami kira sudah berangkat duluan. Maka kami memutuskan untuk berangkat. Setelah berjibaku dengan jarang yang lumayan jauh, kami akhirnya tiba di gate yang kami tuju. Dan… kami tetap berenam. Panik. 3 orang lagi hilang!

Setelah dengan susah payah saling menghubungi melalui berbagai media (Whatsapp, Line, dan Facebook Chat–we rely on wifi), akhirnya 3 orang lagi: Zacky, Bowo, dan Adjie datang. Usut punya usut, mereka…. ketiduran setelah menonton bola di kamar.

Inilah penampakan kami sebelum berangkat:

Indonesia Squad

 

 

Penerbangan selanjutnya menuju ke Jepang dengan menggunakan maskapai Delta Connection. Perjalanan selama 7 jam dengan pesawat harus kami tempuh. Berada selama itu di pesawat rasanya… bosan. Hampir 3 film habis ditonton, beberapa kali melongok keluar jendela, yang terlihat hanyalah hamparan laut yang biru. Alhamdulillah, cuaca saat itu terbilang cerah.

Di Bandara Narita, kami harus terpisah menjadi 3 rombongan. Aku dan lima temanku langsung menuju Minneapolis dengan pesawat yang sama. 2 orang harus melalui New York, dan 1 orang harus melalui Detroit. Ya, kami berpisah.

 

Rombongan Minneapolis🙂 — Photo credit goes to Dwiky Chandra Wibowo

Dari Narita, kami masih harus menempuh 11 jam perjalanan menuju Minneapolis, gerbang masuk kami ke Amerika Serikat. Kami sempat tersesat di bandara ini hingga harus 2 kali melalui security check yang sama. Dari Minneapolis, kami harus sekali lagi naik pesawat lokal menuju Indianapolis selama dua jam. Selama di pesawat, aku tak henti-hentinya melihat ke luar jendela, melihat untuk pertama kalinya daratan Amerika. Bentuknya kotak-kotak, seperti di peta dunia. Pada saat pre-departure briefing di Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, kami sudah diceritakan oleh salah satu staff di sana bahwa yang akan kami lihat sepanjang jalan adalah plantation. Maka yang kulihat kotak-kotak itu pastilah ladang-ladang milik penduduk Amerika. Hm.

Dua jam kemudian, kami tiba di bandara Indianapolis. Setibanya kami di luar pesawat, kami disambut oleh kamera besar yang dioperasikan oleh pria muda berkepala plontos, serta beberapa orang lain yang tak asing bagi kami. Merekalah yang akan menjadi keluargaku selama di tanah perantauan ini. Kami disambut dengan jabatan tangan dan pelukan hangat dari Mary Spillman, Mike Spillman, Suzy Smith, Michelle Colpean, dan Jeff Holiday dari Ball State University. Michelle dan Jeff adalah student ambassador yang diutus untuk menjadi teman dan saudara kami selama di sana. Suzy, Mary, dan Mike adalah orang tua kami sekaligus dosen Ball State University.

Video taken by Jeff Holiday

Perjalanan kami belum selesai. Kami sudah ditunggu oleh bis yang akan mengantarkan kami ke Muncie, kota kecil yang akan menjadi tempat tinggal kami selama 4 minggu. Untuk menuju Muncie, kami harus menempuh perjalanan selama dua jam. Ah, tak apalah, tinggal dua jam lagi dan kami akan segera beristirahat.

Sepanjang perjalanan, tak banyak yang bisa terlihat. Tapi ketika melihat ke langit, bulan purnama penuh seolah sedang tersenyum pada kami. Tak pikir panjang, langsung kufoto untuk diupload di sosial media (FYI, bis yang kami tumpangi ber-Wifi :D). Orang-orang di sosial media lantas menyadarkanku, ini malam nisyfu sya’ban. Subhanallah.

Bulan Nisyfu Sya’ban. Picture taken somewhere in US.

 

Kami tiba di lingkungan kampus Ball State University (BSU). Pizza hangat telah menunggu kami di meja lobby, dan ukurannyaaaa… sulit dipercaya. Besar.

Setelah selesai menyantap pizza pertama kami di US, kami langsung mendapatkan penempatan kamar. Aku sekamar dengan Melia Halim, mahasiswa komunikasi Universitas Indonesia tahun terakhir. Kami akan tinggal di asrama Studebakker West selama 4 minggu.

Kita lihat saja, akan seperti apa kehidupanku di negeri anatah berantah ini.

Selamat malam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s