Perang Bharatayudha

Ada yang pernah dengar Perang Bharatayudha? Well, di dunia pewayangan, Perang Bharatayuda adalah perang besar yang berkecamuk antara Pandawa Lima dan para Kurawa. Jadi ceritanya Pandawa sama Kurawa itu bersaudara. Bapaknya Pandawa, adek-kakak sama bapaknya Kurawa. Jadi ya… sepupuan gitu deehh.

Cerita singkatnya tuh kayak gini, nih.

Di negeri Astina atau Hastinapura, Prabu Pandudewanata yang menjabat sebagai raja meninggal dunia. Sementara anak-anaknya yang harusnya menjadi penerus tahta masih belum cukup umur untuk menjalankan roda pemerintahan. Anak-anak Prabu Pandudewanata ini ada lima, maka dari itu mereka disebut Pandawa Lima. Mereka adalah Yudhistira, Bima, dan Arjuna yang terlahir dari Permaisuri Dewi Kuntinalibrata, dan Nakula, Sadewa yang terlahir dari Dewi Madrim. Pandawa Lima ini terkenal dengan budinya yang amat luhur dan menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Makanya, Pandawa Lima amat dicintai oleh para penghui istana.

Karena Pandawa Lima masih bocah, jadi untuk sementara yang memegang tampuk kekuasaan adalah Destarata yang tak lain adalah kakak kandung Prabu Pandudewanata. Secara silsilah, harusnya yang menjadi Raja Astina adalah Destarata. Tapi Destarata itu punya cacat fisik, yaitu matanya yang tidak bisa melihat. Akhirnya Destarata mengikhlaskan tahtanya untuk Pandudewanata. Nah sekarang, ketika Pandudewanata meninggal dunia, ia diminta untuk menjadi Raja Astina untuk sementara waktu sampai tiba saatnya Yudhistira menerima kekuasaannya menjadi raja.

Semula, Destarata menolak  karena merasa tidak pantas untuk menjadi raja karena kekurangan yang dimilikinya. Ia memiliki kesungguhan hati untuk tidak menerima kekuasaan itu. Hanya saja istrinya yang bernama Dewi Gandari menghasut Destarata untuk menerima kekuasaan itu.  Akhirnya Destarata memutuskan untuk menerima tahta tersebut sampai Yudhistira beranjak dewasa.

Di sisi lain, Dewi Gandari ingin tahta suaminya itu dijalankan tidak hanya untuk sementara, melainkan untuk selamanya sampai akhirnya tahta tersebut diturunkan kepada anak mereka, Kurawa. Ibu mana sih yang tidak ingin melihat anaknya memiliki tahta yang tinggi? Maka dari itu, selama Destarata menjabat sebagai raja, Dewi Gandari terus-menerus menghasut sang suami untuk mewariskan tahtanya kepada Kurawa.

Nah, sambil menunggu para Pandawa beranjak dewasa dan siap menerima tahta, mereka dan para Kurawa yang berjumlah 101 orang dibekali berbagai macam ilmu. Adalah Dorna sang Mahaguru yang memiliki kesaktian yang luar biasa. Selain itu ia memiliki jiwa ksatria yang amat luhur, sehingga ia ditugaskan untuk melatih para Kurawa dan Pandawa teknik-teknik berperang.

Pandawa dan Kurawa sama-sama lihai dan cepat menanggapi pelajaran. Namun lama kelamaan, Dorna mulai melihat perbedaan sifat asli dan karakter para Pandawa dan Kurawa. Para Pandawa sangat berjiwa ksatria, berhati lembut, berjiwa luhur. Mereka tidak pernah sombong dan tetap hormat kepada siapapun meskipun merupakan putra mahkota. Terlebih lagi Arjuna yang memiliki kemampuan hebat dalam memanah. Ia senantiasa menerima apapun yang diajarkan Dorna tanpa pernah membantah. Makanya, Arjuna jadi murid kesayangan Dorna.

Lain halnya dengan para Kurawa yang mulai memperlihatkan keangkuhan dari sifat mereka. Meskipun sama-sama patuh ada Dorna, sang Guru, mereka kerap memperlihatkan kedengkian pada Pandawa karena Dorna lebih simpatik padanya. Terlebih lagi ibu mereka, Dewi Gandari, selalu menghasut para Kurawa untuk merebut tahta dari tangan Pandawa karena dinilai lebih berhak, mengingat Destarata-lah yang dulu seharusnya menjadi Raja Hastinapura.

Suatu hari timbul niat jahat Dewi Gandari untuk membunuh para Pandawa. Para Pandawa dibujuk untuk mau berjalan-jalan ke sebuah desa bersama Dewi Kunti, ibu mereka. Sementara itu, di sana sudah dipersiapkan jebakan untuk mereka. Dewi Gandari menyuruh seseorang membakar tempat peristirahatan Dewi Kunti bersama kelima anaknya.

Namun rencana ini telah diketahui oleh para Pandawa berkat bantuan salah seorang menteri istana yang menyayangi Pandawa (lupa lagi namanya, deng). Di dalam tempat peristirahatan mereka telah dipersiapkan terowongan atau sebuah jalan rahasia agar Dewi Kunti dan anak-anaknya dapat meloloskan diri. Keren kaan??

Tibalah Dewi Kunti bersama para Pandawa di tempat terpencil bernama Amerta. Di sana, mereka membangun kerajaan Amarta, sesuai nama tempat tersebut. Di sana pula mereka selama bertahun-tahun berusaha menyusun kekuatan untuk kembali merebut Hastinapura dari tangan Kurawa. Kurawa pun tidak tinggal diam. Kurawa pun mempersiapkan diri menerima serangan dari Pandawa.

Siapakah yang memenangkan perang Bharatayudha ini??

Tunggu kisah selanjutnya. Cekidoott…! Hahahaha.. ^.^

4 thoughts on “Perang Bharatayudha

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s